Ayo! mari belajar ekonomi moneter
TEORI KEBIJAKAN MONETER

A. Pengertian Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter merupakan proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu misalnya menahan inflasi,mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.Kebijakan moneter dapat melibatkan pengaturan standar bungan pinjaman,margin requiretment,kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi,stabilitas harga,pemerataan pembanguna) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran ) serta tercapainya tujuan ekonomi makro,yakni menjaga sttabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internnasional yang seimbang.
Jika kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat digunakan untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Kebijakan moneter adalah upaya mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.
Mencapai tujuan tersebut, Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan atau distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
B. Tujuan Kebijakan Moneter
1. Menjamin Stabilitas Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu negara harus berjlan dengan terkontrol dan berkelanjuta.Hal ini dapat diwujudkan melalui keseimbangan arus barang/jasa dengan peredaran uang.oleh karena itu, tujuan kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas ekonomi melalui pengaturan dan penetapan terkait peredaran uang di masyarakat
2. Mengendalikan Inflasi
Agar inflasi dapat ditekan, maka bank indonesia menetapkan kebijakn bertujuan mengurangi uang yang beredar di masyarakat dan menjaga ketersediaan uang di bank. sehingga salah satu tujuan kebijakan moneter adalah mengendalikan inflasi.
3. Meningkatkan Lapangan Pekerjaan
Tujuan kebijakan moneter bank indonesia yaitu meningkatkan lapangan pekerjaan.Kestabilan peredaran uang membuat aktivitas produksi meningkat. Dengan naiknya kegiatan produksi, maka diperlikan sumber daya manusia dalam pengelolaannya.Sehingga hal ini mampu menyerap tenaga kerja dengan ketersediaan lapangan kerja
4. Melindungi Stabilitas Harga di pasar
Tujuan kebijakan moneter di harapkan mampu melindungi stabilitas harga pasar. Ketika haega stabil maka menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap tingkat harga sekarang dan dimasa mendatang.Sehingga tingkat daya beli antar priode tetap sama. Kestabilan ini bisa diatur melalui keseimbangan peredaran uang, permintaan barang, dan produksi.
5. Menjaga Keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional
Kebijakan moneter tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dalam negeri saja, namun juga luar negeri. Salah satu tujuan kebijakan moneter adalah menjaga keseimbangan neraa pembayaran internasional.Hal ini dapat di wujudkan melalui kestabilan jumlah barang ekspor dam impor sama besarnya. Oleh karena itu, tak heran pemerintah sering melakukan devaluasi dalam hal ini.
6. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Seluruh atas kebijakan moneter diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab demi mencapai tujuan tersebut, diperlukan berbagai kesuksesan tiap komponen. Misalnya seperti, tersedia lapangan pekerjaan, kontrol tinkat inflasi, asktivitas produksi dan permintaan barang dan lainnya.
C. Jenis-Jenis Kebijakan Moneter
1. Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary expansive Policy)
Kebijakan Moneter Ekspansif sering disebut kebijakan uang Longgar (easy money policy) ialah kebijakan yang mengatur jumlah uang yang dipasok dalam perekonomian. Caranya dengan menurunkan suku bunga, membeli sekuritas pemerintah oleh bank sentral, dan menurunkan persyaratan cadangan untuk bank. Kebijakan ekspansif juga akan menurunkan tingkat pengangguran dan merangsang aktivitas bisnis atau kegiatan belanja konsumen.
Secara keseluruhan di seluruh negara, tujuan kebijakan moneter ekspansif adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan risiko inflasi akan semakin tinggi. Kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive policy) utamanya melakukan penambahan uang yang beredar dalam masyarakat agar roda perekonomian semakin berjalan cepat. Kebijakan ini mampu meningkatkan daya beli (permintaan) masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif juga mempengaruhi tingkat pengangguran di suatu negara.
Contohnya, kebijakan ekspansif biasa diterapkan untuk mengurangi angka pengangguran karena ketersediaan uang dalam jumlah banyak akan merangsang kegiatan bisnis sehingga pasar tenaga kerja semakin besar. Dengan otoritas fiskal, bank sentral mengontrol nilai tukar mata uang dalam negeri (Rupiah) terhadap mata uang asing. Contoh konkretnya, yaitu bank Indonesia menambah jumlah uang beredar dengan mengeluarkan lebih banyak uang cetak. Mata uang Rupiah menjadi lebih murah daripada mata uang negara lain.
2. Kebijakan Moneter kontraktif
Kebijakan Moneter Kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive policy) yang disebut kebijakan uang ketat (tight money policy) ialah kebijakan mengurangi jumlah uang yang beredar.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menurunkan tingkat inflasi. Tujuan kebijakan moneter kontraktif adalah mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan suku bunga, menjual obligasi pemerintah, dan menaikkan persyaratan cadangan untuk bank.
Contoh Kebijakan Moneter di Indonesia Beberapa contoh monetary policy yang telah diterapkan di Indonesia, adalah sebagai berikut: Bank Indonesia (BI ) melakukan lelang sertifikatnya, atau bisa juga melalui pembelian surat berharga di pasar modal. UBI dapat menurunkan suku bunga jika kondisi ekonomi sesuai dengan ekspektasi. Sebaliknya, BI bisa menaikkan suku bunga bila ingin membatasi aktivitas ekonomi sehingga aliran uang berkurang.
D. Macam Macam Kebijakan Moneter
1. Operasi Pasar Terbuka
Operasi pasar terbuka adalah kebijakan moneter yang dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat berharga di pasar uang, misalnya sertifikat Bank Indonesia (SBI),Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga yang di terbitkan Bank indonesia sebagai surat pengakuan utang jangka pendek dengan sistem diskonto.
2. Politik Diskonto (Discount Policy)
Politik Diskonto adalah kebijakan yang dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga kredit yang di bayar bank umum kepada Bank Indonesia. Jika diskonto naik, biaya peminjam dari Bank indonesia semakin tinggi sehingga keinginan bank umum untuki meminjam dana akan berkurang. Kebijakan ini mempengaruhi penentuan tingkat suku bunga bank kredit bank umum yang diberikan kepada masyarakat.
3.Cadangan Kas
Kebijakan cadangan kas minimum berkaitan dengan penentuan cadangan kas bank umum sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijak ini akan berpengaruh terhadap jumah uang yang beredar. Bank Indonesia akan menurunkan ketentuan cadangan kas minimum bank umum. Kebijkan ini mendorongh bank umum untuk menyalurkan kredit dalam jumlah uang besar. Sebaliknya jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, Bank indonesia dapat menaikkan cadangan kas minimum bank.
4. Kredit Selektif
Kebijakan kredit selektif berkaitan dengan upaya mengurangi jumlah uang beredar dengan cara memperketat penyaluran kredit. Berkaitan dengan upaya ini Bank Indonesia dapat memperketat syarat kredit, yaitu karakter, kemampuan, jaminan, modal, dan kondisi ekonomi. adanya kebijakan ini berdamapak pada keinginan masyarakat dan bank umum untuk meminjam uang.
5. Imbauan Moral (Moral Persuasion).
Imbauan moral adalah kebijakan yang dilakukan dengan cara mengarahkan atau mengimbau lembaga perbankan dan masyarakat kaitannya dengan pengendalian jumlah uang beredar. Imbauan ini bertujuan agar lembaga perbankan dan masyarakat memahami kondisi ekonomi dan berkerja sama mendukung kebijakan yang diterapkan pemrintah Indonesia.
6. Devaluasi
Devaluasi adalah kebijakan yang diberlakukan otoritas moneter dengan cara menurunkan kurs mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Tujuan pemberlakukan devaluasi adalah memperbaiki neraca pembayaran. Dengan pemberlakuan kebijakan devaluasi diharapkan harga barang ekspor menjadi lebih murah sehingga kinerja ekspor meningkat.
https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/Default.aspx
https://www.gramedia.com/literasi/kebijakan-moneter/
https://seputarilmu.com/2020/06/jenis-kebijakan-moneter.html
https://aeyogy.wordpress.com/tag/teori-kebijakan-moneter/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar