Rabu, 01 Desember 2021

ASPEK KEUANGAN INTERNASIIONAL

 Yuk Mari Belajar Ekonomi Moneter !

                                                            
                                                           Aspek Keuangan Internasional



 Keuangan internasional merupakan instrumen yang digunakan untuk membahas arus dengan skala yang besar dalam hubungan internasional. Terjadi banyak problem-problem yang menyangkut permasalahan keuangan global yang dipengaruhi ekonomi politik sehingga memerlukan perhatian lebih khusus terhadap permasalahan tersebut . 

     Keuangan internasional juga disebut sebagai ekonomi moneter internasional atau  ekonomi makro internasional adalah cabang Ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau lebih dari sisi moneter dan ekonomi makro keuangan Internasional mempelajari dinamika sistem keuangan global,  system moneter internasional, neraca pembayaran, nilai tukar, investasi asing langsung, dan hubungannya dengan perdagangan internasional.  

  Keuangan Internasional kadang disebut keuangan multinasional menangani manajemen keuangan internasional. Investor dan perusahaan multinasional harus menilai dan mengelola resiko internasional seperti resiko politik  dan resiko valuta asing termasuk keterpaparan transaksitransaksi, keterpaparan ekonomi dan keterpaparan penerjemahan. 

    Uang memiliki nilai dan faktor yang sangat penting dalam dunia perpolitikan. Dengan uang suatu negara dapat memperkuat fasilitas dari kekuatan militer nya, untuk aliansi, dan dapat digunakan untuk penyuapan terhadap musuh-musuh negara . Hal ini dapat secara nyata dilihat pada masa lalu dimana kebangkitan dan keruntuhan tiap-tiap kerajaan pada masa itu didasari oleh politik uang yang terjadi. Tapi pada era modern seperti yang saat ini , uang memiliki beragam kepentingan dalam perkembangan sistem moneter internasional dan kaitannya dengan konstitusi suatu negara yang merupakan sebuah revolusi virtual dalam dunia perpolitikan. 

      Keuangan internasional memiliki pengaruh  dalam ekonomi dan politik pada saat era pra modern. Ketersediaan keuntungan internasional ditentukan oleh arus perdagangan global, yang relatif bebas dari campur tangan pemerintah . Sehingga pemerintah sangat terbatas dalam melakukan manipulasi terhadap keuangan. 

   Perkembangan keuangan internasional hingga dekade terakhir tidak lepas dari hegemoni negara Amerika serta kuatnya pengaruh dolar dalam sirkulasi keuangan internasional. Eksploitasi Amerika sebagai banker dunia telah memberikan dampak antara lain: 

Merusak sistem Bretton Wood

Transformasi PBB dari kreditur menjadi debitur

Tumbuhnya perekonomian negara Jepang secara pesat. 

#Manajemen Keuangan Internasional

        Manajemen keuangan internasional meliputi :

Aliran financial, yaitu arus masuk modal dan pinjaman

Aliran riil, yaitu arus masuk barang dagangan barang (bahan baku, bahan setengah jadi dan bahan jadi)

Aliran Budaya, yaitu arus masuk ilmu pengetahuan, teknologi , pola fikir dan perilaku. Hakekatnya manajemen keuangan ininternasional adalah ekspor capital, budaya, dan barang dagangan dari negara-negara kapitalis maju ke negara-negara sedang berkembang. 

Tujuan manajemen keuangan internasional : 

Membantu manajer keuangan memutuskan bagaimana pengaruh berbagai  kejadian-kejadian internasional terhadap perusahaan dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk memanfaatkan perkembangan positif dan menghidarkan perusahaan dari dampak negatif. 

Membantu manajer mengantisipasi kejadian dan membuatnya mampu mengambil keputusan yang menguntungkan, sebelum kejadian-kejadian tersebut terjadi. Kejadian-kejadian yang dapat diantisipasi tersebut dapat berupa perubahan kurs valuta asing, tingkat bunga, laju inflasi, pendapatan nasional dan kemungkinan adanya perubahan aspek politik. 

Membantu manajer keuangan dan memprediksi kejadian-kejadian internasional dan dampak kejadian-kejadian internasional terhadap keputusan keuangan perusahaan

Mengetahui siklus Ekonomi dunia

Mengetahui aliran dana dari negara maju ke NSB dan dari NSB ke negara maju.

Memahami karakter MNC yang hanya berorientasi mencari keuntungan tanpa peduli nasib banyak rakyat yang dikuasainya. 

#Lembaga Keuangan internasional

  Lembaga keuangan internasional adalah lembaga keuangan yang ditetapkan oleh lebih dari satu negara, dan merupakan subyek hukum internasional. 

          Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran Lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga resiko dari para investor beralih pada Lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan.  Adapun jenis-jenis Lembaga keuangan internasional adalah :

Bank Dunia , 

merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal. Tujuan resmi bank dunia adalah pengurangan kemiskinan. Bank dunia berbeda dengan group bank dunia (World bank group)dimana bank dunia hanya terdiri dari dua Lembaga yaitu bank internasional untuk rekonstruksi dan pembangunan. Bank dunia memberi pinjaman dengan tarif proporsional kepada negara-negara anggota yang sedang dalam kesusahan. Sebagai balasannya pihak bank juga meminta bahwa langkah-langkah Ekonomi perlu ditempuh agar misalnya tindak korupsi dapat dibatasi atau demokrasi dikembangkan. 

International monetary Fund (lMF)

Dana moneter internasional adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab di dalam mengatur sistem financial global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu Masalah-masalah keseimbangan neraca keuangan masing-masing negara. Salah satu misinya adalah membantu negara-negara yang mengalami kesulitan Ekonomi serius, dan  sebagai imbalannya negara tersebut diwajibkan melakukan kebijakan-kebijakan tertentu, misalnya privatisasi Badan Usaha Milik Negara.

Islamic Development Bank (IDB)

adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975Oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi Konferensi islam (OKI) kantor pusatnya terletak di Jeddah Arab Saudi.             Fungsi IDB adalah memberikan pinjaman untuk proyek-proyek produktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB juga mendirikan dan mengoperasikan  dana khusus untuk tujuan tertentu seperti dana bantuan untuk bantuan untuk Masyarakat muslim di negara-negara non anggota IDB dan berwenang untuk menerima dana dan memobilisasi dana tersebut berdasarkan sumber daya keuangan syariah yang tujuan IDB untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial negara anggota dan masyarakat muslim baik secara perorangan maupun bersama-sama sesuai dengan prinsip syariah islam.

Asian Dever Bank (ADB) ,

 Adalah sebuah bank internasional yang berkantor di pusat Filipina yang membantu pertumbuhan sosial dan ekonomi di Asia dengan cara memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin. ADB juga didirikan pada tanggal 19 Desember 1966 di Manila, piagam pendiriannya ditandatangani oleh perwakilan dari 31 negara.                                         

Tujuan ADB yaitu : memberikan pinjaman dan melakukan investasi modal untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial negara berkembang, memberikan bantuan teknis dalam rangka persiapan dan pelaksanaan proyek pembangunan, mempromosikan investasi untuk sektor publik dan swasta untuk tujuan pembangunan, membuat tanggapan terhadap permintaan tenaga tekhnik dari negara anggota rangka koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan. 

 


TUGAS MONETER II

                                                               Tugas Moneter II




                                               NAMA  : AHMAD FIKRI HAKIM

                                               NIM      : B1A119003

                                               KELAS : A



 

JURUSAN ILMU EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2021







KENDARI

2021

 

 

 

 

 

1. Data PDRB atas dasar harga konstan menurut pendekatan produksi

Nomor

LAPANGAN USAHA

2020

1

Pertanian,kehutanan dan perikanan

38,68

2

pertambangan dan penggalian

10,05

3

industri pengplahan

3,18

4

pengadaan listrik dan gas

0,03

5

pengadaan air, pengadaan sampah, limbah dan daur ulang

0,02

6

Konstrukssi

20,83

7

perdagangan besar dan eceran,reparasi mobil dan sepeda motor

9,84

8

transportasi dan pergudangan

1,39

9

penyediaan akomodasi dan makan minum

0,16

10

informasi dan komunikasi

1,04

1

kjasa keuangan dan asuransi

0,70

12

real estat

1,56

13

jasa perusahaan

0,02

14

administasi pemerintahan, pertahaanan dan jaminan sosial wajib

5,24

15

jasa pendidikan

4,75

16

jasa kesehatan dan kegiatan sosial

1,15

17

jasa lainnya

1,35

 

 

  2. Data PDRB atas dasar harga berlaku menurut pendekatan produksi

 

Nomor

LAPANGAN USAHA

2020

1

Pertanian,kehutanan dan perikanan

38,68

2

pertambangan dan penggalian

10,05

3

industri pengplahan

3,18

4

pengadaan listrik dan gas

0,03

5

pengadaan air, pengadaan sampah, limbah dan daur ulang

0,02

6

Konstrukssi

20,83

7

perdagangan besar dan eceran,reparasi mobil dan sepeda motor

9,84

8

transportasi dan pergudangan

1,39

9

penyediaan akomodasi dan makan minum

0,16

10

informasi dan komunikasi

1,04

1

kjasa keuangan dan asuransi

0,70

12

real estat

1,56

13

jasa perusahaan

0,02

14

administasi pemerintahan, pertahaanan dan jaminan sosial wajib

5,24

15

jasa pendidikan

4,75

16

jasa kesehatan dan kegiatan sosial

1,15

17

jasa lainnya

1,35

 

 

3. Data PDRB menurut harga konstan menurut

pendekatan pengeluaram (%).

NOMOR

KOMPONEN PENGELUARAN

2019

1

konsumsi rumah tangga

6,06

2

konsumsi LNPRT

9,85

3

konsumsi pemerintah

5,96

4

pembentukan modal total bruto

5,30

5

perubahan inventori

122,27

6

Expor

44,32

7

Inpor

33,68

 

 

4. Data PDRB menurut harga berlaku menurut

pendekatan pengeluaran (%)

NOMOR

KOMPONEN PENGELUARAN1

2019

1

konsumsi rumah tangga

143,24

2

konaumai LNPRT

130,58

3

konsumsi pemerintah

145,88

4

pembentukan modal total bruto

131,40

5

perubahan inventori

139,12

6

Expor

135,46

7

Impor

140,21

5. Data APBN 2019.

Nomor

Rincian

Nilai APBN

1

Pendapatan negara

2.165,11

2

pendapatan dalam negeri

2.164,68

3

penerimaan perpajakan

1.786,38

4

pajak dalam negeri

1.743,06

5

pajak perdagangan internasional

43,32

6

penerimaan negara bukan pajak

378,30

7

Hibah

0,44

8

Belanja Negara

2.461,11

9

belanja pemerintah pusat

1.634,34

10

belanja K/L

855,45

11

belanja non/L

778,89

12

transfer kedaerah dan dana desa

826,77

13

transfer ke daerah

756,77

14

dana desa

70,00

15

Keseimbangan primer

20,11

16

Surplus/(devisi) anggaran (A/B)

296,00

17

% surplus/(devisit) anggaran THD PDB

1,84

18

Pembiayaan anggaran

296,00

19

pembiayaan utang

359,25

20

Kelebihan/(kekurangan) pembiayaan anggaran

52,09

 

 

6. Data APBD SULAWESI TENGGARA 2018.6

Nomor

Rincian

Nilai APBD

1

Pendapatan

3.785.562.578.471

2

PAD

903.949.000.785

3

Pajak daerah

688.866.498.396

4

Retribusi daerah

21.109.507.164

5

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

47.274.752.446

6

lain-lain PAD yang sah

146.698.242.779

7

Dana perimbangan

2.865.113.577.686

8

Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak

124.542.954.342

9

Dana alokasi umum

1.575.959.517.000

10

Dana alokasi khusus

1.164.611.106.344

11

Lain-lain pendapatan daerah yang sah

16.500.000.000

12

Hibah

-

13

Dana darurat

-

14

Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemda lainnya

-

15

Dana penyesuaian dan otonomi khusus

16.500.000.000

16

Bantuan keuangan dari provinsi atau pemda lainnya

-

17

Lain-lain

-

18

Belanja

3.586.474.436.543

19

Belanja tidak langsung

2.273.661.535.739

20

Belanja pegawai TL

1.303.814.903.045

21

Belanja bunga

6.597.947.228

22

Belanja supsidi

-

23

Belanja hibah

628.520.417.946

24

Belanja bantuan sosial

-

25

Belanja bagi hasil KPD PROP/KAB/KOTA dan PEMDES

302.222.794.259

26

Belanja bantuan keuangan KPD PROP/KAB/KOTA dan PEMDES

32.449.028.261

27

Belanja tidak terduga

56.445.000

28

Belanja langsung

1.312.812.900.804

29

Belanja pegawai L

-

30

Belanja barang dan jasa

517.615.638.541

31

Belanja modal

795.197.262.263

32

Surplus/devisit

199.088.141.928

33

Pembiayaan

286.106.451.257

34

Penerimaan

352.655.750.081

35

SiLPA TA sebelumnya

352.655.750.081

36

Pencairan dana cadangan

-

37

Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

-

38

Penerimaan pinjaman daerah dan obligasi daerah

-

39

Penerimaan kembali pemberian pinjaman

-

40

Pengeluaran

66.549.298.824

41

Pembentukan dana cadangan

-

42

Penyertaan modal (investasi) daerah

20.906.980.424

43

Pembayaran pokok utang

45.642.318.400

44

Pemberian pinjaman daerah

-

45

Pembayaran kegiatan lanjutan

-

46

Pengeluaran perhitungan pihak ketiga

-

 

 

 

7. DATA APBD KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2018

Nomor

Rincian

Nilai APBD

 

 

 

1

Pendapatan

778.078.318.332

2

PAD

15.614.196.958

3

Pajak daerah

2.374.211.751

4

Retribusi daerah

2.530.962.900

5

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

2.313.598.907

6

lain-lain PAD yang sah

8.395.432.400

7

Dana perimbangan

627.007.721.289

8

Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak

47.932.193.811

9

Dana alokasi umum

454.226.840.000

10

Dana alokasi khusus

124.848.687.478

11

Lain-lain pendapatan daerah yang sah

135.465.400.085

12

Hibah

13.297.243.717

13

Dana darurat

-

14

Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemda lainnya

11.786.972.568

15

Dana penyesuaian dan otonomi khusus

110.381.183.800

16

Bantuan keuangan dari provinsi atau pemda lainnya

-

17

Lain-lain

-

18

Belanja

771.881.731.451

19

Belanja tidak langsung

349.773.208.589

20

Belanja pegawai TL

18.771.189.729

21

Belanja bunga

-

22

Belanja supsidi

-

23

Belanja hibah

6.649.600.000

24

Belanja bantuan sosial

5.000.000.000

25

Belanja bagi hasil KPD PROP/KAB/KOTA dan PEMDES

-

26

Belanja bantuan keuangan KPD PROP/KAB/KOTA dan PEMDES

158.857.418.860

27

Belanja tidak terduga

495.000.000

28

Belanja langsung

422.108.522.862

29

Belanja pegawai L

-

30

Belanja barang dan jasa

275.221.523.774

31

Belanja modal

146.886.999.088

32

Surplus/devisit

6.205.586.881

33

Pembiayaan

14.258.039.162

34

Penerimaan

18.258.039.162

35

SiLPA TA sebelumnya

18.258.039.162

36

Pencairan dana cadangan

-

37

Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

-

38

Penerimaan pinjaman daerah dan obligasi daerah

-

39

Penerimaan kembali pemberian pinjaman

-

40

Pengeluaran

4.000.000.000

41

Pembentukan dana cadangan

-

42

Penyertaan modal (investasi) daerah

4.000.000.000

43

Pembayaran pokok utang

-

44

Pemberian pinjaman daerah

-

45

Pembayaran kegiatan lanjutan

-

46

Pengeluaran perhitungan pihak ketiga

-

 

 

8. DATA NERACA PEMBAYARAN 2019.

NOMOR

NERACA PEMBAYARAN INDONESIA

2019

 

 

 

1

Transaksi berjalan

-30.41

2

Barang

3.51

3

jasa-jasa

-7.78

4

pendapatan primer

-33.77

5

pendapatan sekunder

7.62

6

Transaksi modal

0.32

7

Transaksi finansial

36.33

8

Neraca keseluruhan

4.67

9

posisi cadangan devisa

129.18

10

Transaksi berjalan (% PDB)

-2.72



ASPEK KEUANGAN INTERNASIIONAL

  Yuk Mari Belajar Ekonomi Moneter !                                                                                                        ...